Valentine's Day Pumping Heart

Tuesday, June 23, 2015

WOW,,,!! Extremelly,, ini nih aplikasi ilmu di PMDG,, Love in refusing,, Part 3 (The LAST)

Akhirnya, inilah kesimpulan dan keputusan terbaik yang datang dengan sendirinya. Tanpa disengaja dan harapan yang besar, namun Allah SWT telah memberikan jalan terbaik untuk semua ini.

Bukanlah sebuah kebanggan bila wanita di perebutkan oleh banyak pria karena banyak yang menyukainya. Harusnya Dia merasa risih dan rendah, karena hanya barang murahan saja yang diperebutkan.

Pulah Pilah Pilih. Dasar penentuan kriteria ---.  

Alhamdulillah, dengan langkah menjaga diri dari orang-orang yang belum terlalu kita kenal walaupun dia sudah mengungkapkan semuanya hingga perasaannya berakibat baik pada Kita (ku).

Allah telah menunjukan semuanya. Memang benar, janganlah memberi penilaian lebih dari 50 % untuk seseorang yang membuat kita tertarik, sesempurna apapun penilaian Kita. Karena hakikatnya, pasangan itu saling melengkapi, yaitu antara 50 % dan 50 %. ( Said my Friend who got it from her USTADZ).

Dengan akhir yang indah ini. Good Bye U! Bukannya tipe yang pemilih tapi untuk menciptakan generasi yang soleh dan solehah bukan hanya dimulai dari pendidikannya, tapi memilih pasangan yang baik juga dibutuhkan. As-Sholihiin Li-s- Sholihaat,, 

Biarlah Aku bersama orang yang sama-sama sedang berjuang menjadi 'Abid yang Kaafah. Dan Kamu yang sedang mencari ilham untuk berjuang, semoga bertemu pejuang dalam pencari ilham tersebut.

Terlalu berat untuk menjadikan hal yang menjadi cita-citamu itu kenyataan. Karena taruhannya bukan hanya kehidupan, namun akhirat.

Biarlah semua berlalu menjadi kisah yang tak sempurna. Ada hikmah dibalik semua itu. Jangan hanya berubah demi seseorang, namun Lillah.

Sukses berlanjut,,, Amin.

Kharismatik itu,,,

Ketika mata kuliah Ilmu Komunikasi, Dosen bertanya pada beberapa Mahasiswa di Kelasnya tentang tipe cowok yang dapat menarik perhatian wanita. Ada yang menjawab yang pintar, yang cerdas, yang tampan, yang jago olahraga, pengertian, dan sabar.

Semua orang mempunyai tipenya masing-masing. Dan inilah jawabanku, hal selalu aku sukai dengan ini karena dari sejak Aku duduk di bangku SMP, inilah yang selalu aku tetapkan, yaa,, Kharismatik.

Bukan sekedar tampan, karena tampan itu  relatif. Kau kira tampan pada saat itu, disaat yang lain tidak. temanmu bilang dia tampan, tapi kau berpendapat dia jelek. Tak ada ukuran tetap untuk sebuah ketampanan.

Bukan sekedar pintar, karena orang pintar itu sifatnya pun berbeda. Tak tahu apa yang ada dalam isi hatinya dan bagaimana cara Dia menyikapi kepintarannya itu. Bisa saja dia sombong denga kepintarannya, tapi kau menyukainya, wsementara pada dasarnya orang dengan sifat sombong itu mutlak tidak disukai banyak orang.

Bukan sekedar baik. Baik saja tidak cukup, butuh kecerdasan dalam mengorganisir kebaikan itu sehinggal tidak akan dibodohi, karena terlalu baik, atau bahkan diperalat. Bahkan kalau sudah tersihir asmara, orang jahat saja bisa disukai karena mempunyai kelebihan yang lain. Sementara, pada hakekatnya orang jahat itu jelek dalam kategori sifat manusia,, is that right??

Ramah? Humoris? Borju??
Hmm,,

Cukup satu,, bukan berarti si Dia yangmemiliki semua sifat-sifat terpuji dan didam-idamkan diatas, namun kolaborasi menarik dan nyentrik yang dengan melihat dan mengenalnya, dapat menggugah hati. Hanya satu, KHARISMATIK.

Just the way you are,,, Bagaimanapun Kamu, Kita adalah dua sejoli yang akan saling melengkapi. Bekerjasama menciptakan sebuah kesempurnaan menuju Ridho illahi. Allahuma Amiin.

Ramadhan di Kampung Nan Damai (Persiapan OSPEK 2016)

Merasakan Ramadhan di Kampung Darussalam ini bukanlah menjadi pengalamanku yang pertama kalinya, namun kesekian kalinya, lebih tepatnya ke 4 kalinya. Dimulai dari masa calon pelajar dimana setelah kelulusan Ujian Masuk menjadi santriwati Kami masih mempunyai kewajiban untuk mengikuti pesantren Ramadhan hingga tanggal 15 Ramadhan. Kedua saat Aku menduduki kelas 5 di KMI, betapa bahagianya Kami saat itu namun super ketat terawasi. Ketiga masa karantina Siswa Akhir Tahun (kelas 6) seretntak di GP1 oleh semua santri Gontor Putri dari semua cabang hingga masa kelulusan tiba. Dan terakhir, kali ini saat Aku menjadi seorang Mahasantri, mahasiswi UNIDA Gontor perdana dengan semua kewajiban yang belum saatnya dibebankan pada Kami.

Apa yang membuat Ramadhan kali ini berbeda?
Mengawali Bulan Ramadhan di perjalanan kereta api menuju Kampus tercinta. Awalnya semangat, di tengah perjalanan masih bertahan dalam puasa dan dijam-jam terakhir pusingdan mual menjadi satu dengan keringat dingin. Namun setelah 9 jam perjalanan itu berlalu dan melihat ngawi yang familiar, semua nya hilang dan menjadi lebih mengenakan badan. Hembusan angin yang tidak beraturan yang kurasakan dari atas bentor yang melaju dengan bus besar dan truk tronton bagaikan angin segar yang menyejukan (walaupun polusi tapi tetap asyik,,hha).

Taraaa,, hal yang paling menyenangkan. Turun dan melangkahkan kani di pondok madani dan melihat teman-teman yang seminggu lebih tak kujumpai dengan penyambutan yang tulus dan hangat pas disaat berbuka.

Alasan kembalinya kesini setelah cicilan 9 hari liburan yang setelah ini masih tersisa adalah karena KAMI adalah Panitia OSPEK. Bukan sebagian, bukan hanya setengahnya atau beberapa orang yang dijadikan kader,, tapi SEMUANYA. Mahasiswi perintis tanpa pengabdian mengajar dengan tujuan mewujudkan cita-cita all out menjadi Mahasiswi yang berprestasi dan memajukan institusi. Mengawali segala organisasi yang belum waktunya Kami untuk diberi amanah untuk menjalankannya seperti Pengurus Dewan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, Kefakultasan, Seminar Nasional, dsb. Dan yang sedang Kami hadapi saat ini adalah kepanitiaan OSPEK yang harusnya baru diserahkan pada Kami di tahun depan. Junior sepuh. Senior permanen,, hhe

Apa saja kegiatan selama Kami disini??
Tahsinul Qira'ah, Briefing Olahraga dan persamaan persepsi oleh semua penanggung jawab tiap bagian, sisanya menikmati ketenangan dan kesenangan menimba ilmu dan beribadah bersama teman di asrama yang asyiik dan luas (Untuk saat ini).

Sore datang, tanpa istirahat langsung tahsin qira'ah. Berat, namun itulah tantangannya. Mengajak kita untuk menjadi pembaca dan pengajar baca Al-Qur'an yang baik dan benar dengan teknik Quro yang dibilang sulit dan memekakan jantung (Wow,,, ini bukan latihan biasa, ini latihan tingkat nasional, mana tahannn). Pelatihan baca Qur'an yang dilaksanakan 4 kali dengan Ujian di akhir pertemuan, Dag,dig,,dug,, serrr,,, wess,, dah lewat kok... Hasilnya?? Wallahu 'alam,,

Setiap sore dan malam briefing Olahraga yaitu Senam bersama untuk OSPEK nanti. Senam di Sore hari,,, semangat,, tapi tak ada gairah, gerakan segeraknya, peserta seadanya dan suara segitunya dengan suasana sewajarnya. Senam di malam hari, datang tepat waktu dengan wajah riang dan gembira, semangat membara dengan gairah yang bergelora, suara yang menghentak serta suasana yang membahana,,, wkwkwkw. 

Apapun makanannya,,, Tetap aja dimakan
Apapun makanannya,,, kan bareng-bareng,, jadi enak-enak aja
Apapun makanannya,,,minumnya es sirup ijo,,, from the first till the last,, ( Guys,, buat kalian-kalian yang udah pulang duluan,, minum y ga pernah ganti,, itu-itu doang,, )

Puasa itu bikin hemat. Harusnya.
Inilah yang menjadi prinsip Kami,, jarang jajan, makan dan minum seadanya, kecuali kalau emang ada kesempatan,, hha.

Saat lemasnya puasa, buka puasa, selsai taraweh, sebelum tidur bahkan saat sahur yang biasanya merem melek, tak pernah lepas dari canda tawa yang tak sengaja tercipta. 

Saat satu per satu mulai meninggalkan asrama, dan jumlah yang diperkirakan menetap jauh dari seharusnya. Kata tak dapat terucap, hati tak kuat untuk menggerutu, mata hanya bisa menyaksikan, telinga hanya dapat mendengar semua alasan atau tanpa alasan, dan tangan lebih baik bekerja daripada bertindak yang mengacu pada perpecahan untuk mengungkapkan ini semua yang tak dapat difikir oleh otak manusia dewasa,, dewasa?? 

Walaupun dikit,, tetep asyikk,
bersedikit,, namun maksimal semua beramal,, I like you All.. 
Ramadhan menginjak pada hari ke 6, lusa sudah pengumuman kelulusan, disanalah puncak kepanitian kita untuk langkah pertama, sebelum langkah-langkah berikutnya di season yang sebenarnya. 

Guys,, Let's we keep on fighting!!!

Thursday, May 21, 2015

Thanks for recommendation,,, Wish the luckies for Us

Bukan maksud memaksa kehendak
Namun untuk ilmu kenapa tidak
Ada waktu dan peluang mengapa menolak
Jalan dimudahkan hanya tinggal bergerak

Kepercayaan ini penuh menguat
Atasan pun Kami ajak tuk memberi dukungan serta nasehat
Sipp,, semua mantap tinggal mencari kiat
Mengumpulkan partisipan yang berminat

Beberapa menolak,,
Dengan berbagai alasan
Untuk Ilmu kenapa tidak
Itu kata yang Kami ungkapkan

Baiklah, data telah lengkap
Surat tugas pun hampir siap 
Keputusan ini sudah mantap
Tinggal menunggu undangan legal menunggu sekejap (dalam harap)

Kami tidak berharap jauh
Hanya mencoba untuk menghargai permintaan
Langkah yang ditempuh sudah cukup jauh
Tapi tetap saja ada kerahuan

Kabar itu datang bergantian,
Antara harapan penuh dan kosong
Antara Iya dan tidak
Dan,,,
Diakhiri dengan keputusan semu 

Glekk,, 
Lemas, 
Tak puas,
Sabar,
Atau Tegar??

We have wasted our time for that??
The thing that 's no thing
Will we believe once more?? 
We don't know.

Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi
Perasaan tak enak dan tak puas bukan untuk diri Kami sendiri
Tapi untuk Rekan-rekan Disini
Dan atasan yang telah royal yang telah Kami repotkan


Wish us luck

Maaf juga karena telah merepotkan,
Setidak nya ada perjuangan dari Kita semua
Semoga datang banyak hikmah dibalik ini semua

Profesonalisme yang ter-prematurkan

Dalam dunia pendidikan yang telah Kami kenyam selama lebih dari 4 atau 6 tahun dipenuhi dengan disiplin rendah toleran yang membentuk karakter. Dalam setiapa tingakatannya, disiplin yang Kami terima berbeda pula tingkat keketatannya dan berat hukumannya. Semakin tinggi tingkatan kelas Kami, semakin tinggi dan banyak pula aturan yang Kami patuhi maka semakin berlipat juga hukuman yang Kami terima bila Kami melanggar.

Tentang jenjang tingkatan pendidikan. Ada satu hal menarik disini. Kami adalah para terdidik yang di bentuk untuk mempunyai disiplin yang tinggi, mental yang kuat (kejujuran, keberanian, ketegasan, dll) dan karakter yang idealisme (penuh kesabaran dan keikhlasan). Sehingga, pada tingkatan yang berbeda, berbeda pula tanggung jawab yang dibebankan. Kelas 1 sampai 3 / 1 int hanya sebagai anggota yang cukup patuh dan aktif berpartisipasi dalam segala kegiatan yang ada. Kelas 4 / 3 int sebagai anggota terbesar di asrama yang tidak hanya cukup mengikuti arus kegiatan dan aturan saja, namun juga dituntut untuk berinisiatif dan mengajak pra adik-adik nya untuk bergerak maju. Kelas 5 sebagai bagian tertinggi di asrama, yaitu penggerak atau pengurus rayon, disanalah tanggung jawab terberat dimulai. Dimana idealisme itu dipaksa untuk diterapkan dalam membimbing para anggota dirayon sebagai penanggung jawab atas terbentuknya karakter dan mental para anggotanya. Kelas 6, sebagai anggota terbesar di KMI, pemegang titik puncak organisasi kepengurusan santri. Bertanggung jawab atas semua gerakan rekayasa kehidupan yang ada di pondok. Ketertiban, kebersihan, kesenian, dll. 

Paksaan, modal utama untuk hidup di sini, Tanpa itu, kita tak bisa memulai diri untuk memaksa agar diri kita berani bersosialisasi, paksaan agar berani berdisiplin dan menegakan kebenaran, paksaan agar berani untuk aktif bergerak dan menggerakan, dan paksaan untuk mengemban amanat dengan baik dan menjadi seorang "Profesionalis" dalam menjalankan segala sesuatu. 

Namun, kalau kita fikirkan, Ke "Profesionalis"me an itu terlalu cepat untuk dibebankan dan dipaksakan untuk anak2 seumuran itu. Bukan hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, tapi juga pada hidup khalayak banyak. Itulah Profesionalisme yang ter'prematurkan.

Tapi, dari bukti sejaran hingga sekarang. Tak ada kendala serius dalam menjalankan profesionalisme itu. Semua telah dilatih, walau dengan pelatihan singkat namun hasilnya bagaikan telah dilatih bertahun-tahun untuk menjdi seorang penggerak orgaisasi.

Karena kuncinya hanya satu, paksaan untuk berdisiplin, sisanya adalah gerakan dari hati nurani dan keinginan jiwa untuk berubah menjadi lebih maju.

Tapi Guys, kalau untuk Profesionalisme yang dibebankan  kepada Kita ini terlalu awal. Cobalah untuk berhati-hati. Tidak gegabah dan terburu dalam mengambil keputusan, Ini semua memnag pendidikan, banyak kesalahan akan dijadikan evaluasi dan diperbaiki di masa yang akan datang. Tapi, kesalahan kecil akan berdampak besar, tidak berwujud nyata, namun akan melekat dan membekas menjadi sebuah kesan, kesan yang tidak Kita harapkan.
 
Kecewa=salah satu ungkapan perasaan yang tidak mudah di netralisir, (by me)

Monday, May 18, 2015

MAKRAB (Malam Keakraban) UNIDA 2015


Kebersamaan itu penting demi memupuk sebuah dasar persatuan yang kuat. Kebersamaan itu akan semakin bermakna bila kita berada dalam langkah yang sama, yaitu menuju perubahan yang positif. Demi mewujudkan konsolidasi persatuan untuk UNIDA Putri yang lebih baik, tepat pada hari ini tanggal 18 Mei 2015 HM Farmasi dan Gizi pada bagian Kerohanian bekerjasama untuk mengadakan acara " Malam Keakraban" di Mushola Kampus UNIDA Putri.

Even tahunan ini biasanya menjadi acara tahunan sebuah kampus sebagai wadah untuk menyampaikan evaluasi dan unek-unek tentang aktivitas-aktivitas kampus atau kegiatan-kegiatan sosial yang berlangsung di lingkungan Kampus. Acara yang biasanya dilakukan diluar area kampus ini  adalah MAKRAB perdana yang kami adakan, maka maklum adanya apabila ada sedikit kekurangan. 
Rentetan acara yang dimulai pada pukul 17.00 dengan persiapan yang terbilang maksimal. Dimulai dengan menunggu Berbuka Puasa, makan ta'jil bersama, Shalat Maghrib berjama'ah dan Makan bersama sambil Nobar Video Dokumentasi Unida Putri Perdana Karya teman kita Yulian Catur.

Setelah selesai makan, tibalah pada acara inti yaitu Evaluasi Tahunan. Evaluasi pertama, disampaikan oleh Ketua HM Farmasi dan Gizi yaitu Saudari Anggun Mahiratun dan Diva Chintya. Kesimpulan dari penyampaian evaluasi yaitu agar setiap Mahasiswi bekerjasama dalam segala kegiatan. Tidak hanya mengerjakan bagiannya sendiri dalam Organisasi Himpunan atau kepanitiaan apapun, tapi juga membantu yang lainnya tanpa diminta. Ketanggapan kita diuji di tahun mendatang, secepat apa kita bekerja dan seroyal apakah kita terhadap organisasi dan acara yang diadakan?? Kita buktikan bahwa kita bisa lebih baik dan aktif di tahun selanjutnya.

Himpunan yang baru ini memang memiliki banyak celah dalam pelaksanaannya, disinilah evaluasi menjadi berguna. Rapat akan semakin rutin dilaksanakan tiap minggunya, dan kontrol program kerja tiap bagian akan lebih ketat. Let's we see!
Evaluasi selanjutnya disampaikan oleh 4 orang senat Farmasi dan Gizi yaitu Leda Azzadinas Haque, Indriyanti Widya, Siti Eka Mustafidah dan Siti Nurjannah. Evaluasi kali ini  lebih condong ke pesan dan kesan tahunan. Kesan selama menjadi Senat di tahun ini dan pesan untuk senat di tahun depan (Kalian aja lagi,, hha). Walaupun senat-senat kita ini telah rajin mengajak kita kuliah, memanggil dosen, mengatur disiplin kelas dan mata kuliah hingga berkenan untuk konsultasi dengan dosen untuk tugas kuliah, tapi tetap saja mereka meminta maaf kepada kita atas segala kekurangannya. Kalian Hebat kok para Cenutzzz,,

Tidak semua orang mampu untuk menyampaikan unek-unek dalam diri, kesan selama kita hampir setahun bersama atau pesan bagi teman-teman yang akan berpisah di tahun depan. dihadapan semua orang. Maka dari itu, kami diharap menulis di atas kertas kemudian dibacakan oleh Ketua DEMA kita, Anugerah Suciati dan Hasanah Fatariska.

 
Tibalah saatnya pembacaan Curahan Hati teman-teman kita. Kertas-kertas tanpa nama penulisnya dibacakan oleh Ketua DEMA kita secara khidmat dibarengi teman-teman Mahasiswi yang mendengarkan dengan seksama. 

Beberapa diantara tulisan tersebut berisi tentang kesan yang mendalam terhadap UNIDA FIK angkatan perdana ini terutama bagi teman-teman seperjuangan kita yang tidak ada lagi keberadaannya disini tahun mendatang. Senang dengan kebersamaan kita selama ini, perjuangan kita, serta kagum dengan dosen-dosen yang juga turut berpartisipasi dalam menjunjung tinggi kemajuan FIK UNIDA Gontor. Kepergian mereka di tahun depan bukan karena tidak nyaman dengan UNIDA ini, namun untuk mengejar cita-cita di tempat lain, dan berharap bisa kembali lagi kesini sebagai tenaga pengajar.

Evaluasi lain yaitu mengenai kegiatan-kegiatan yang sempat vakum serta rencana-rencana kegiatan di tahun mendatang. Berharap semuanya bisa lebih aktif, jangan sampai menjadi kampus dengan mahasiswi pasif seperti yang ditakutkan oleh negara diberita-berita nasional. Apa salahnya menjadi lebih aktif untuk membangun wibawa terhadap adik-adik angkatan dan untuk kemajuan diri pribadi? Let's move n try!

Bukan hanya itu, ada juga evaluasi yang ditujukan pada ketua kita, bukan hanya ketua Dema tapi semua ketua. Agar lebih netral dan aktif lagi dalam pengontrolan segala program kegiatan kemahasiswaan. (Berat juga ya). Semangat buat ketua tahun depan (ketua apapun) atau yang tahun depan yang masih menjadi ketua. Good Luck n Wish the luck for you All!

Inilah teman kita yang menyampaikan beberapa patah kata bermakna untuk kita semua. Alhamdulillah, keadilan dan keberuntungan berpihak padanya. Harapan kita terkabul, kau masih bersama kami tahun selanjutnya.
 Kecintaannya terhadap UNIDA mengalahkan segalanya. Mencari Universitas lain itu gampang, tapi hati ini telah pada UNIDA. Terharu mendengar perkataan itu, menjadi motivasi untuk lebih berkarya dan berprestasi di UNIDA. Mari kita tempatkan penyesalan itu diawal, agar tidak mengulang kesalahan yang lalu. Okay Guys.

Acara diakhiri dengan perfotoan antar kamar dan tidak sengaja kami melihat ustadz pembimbing kita lewat, spontan kita ajak beliau berfoto bareng juga. (Dasar Mahasiswi Iseng,, hhe)
Sekilas Kami sampaikan kegiatan tahunan ini, semoga bermanfaat dan lebih baik di tahun mendatang. Semoga hasil evaluasi dari semua pihak terealisasi perombakannya, dan menjadi nyata keaktifannya.  FIK UNIDA Gontor, Mantingan Gontor Putri 1.





Monday, April 20, 2015

Diambang-ambang Datar

Bagaikan Terbang, tapi ku diam dan tak kepakan sayap
Bagaikan Berlari, tapi ku duduk dalam senyap
Bagaikan Menyeloteh, tapi ku tutup mulut terkesiap
Bagaikan Berlomba, tapi  ku terjebak dalam lamunan yang gelap
Ketika ku rasa pernafasan ini maksimal, nyatanya ku mulai merasa pengap

Inikah rasanya mimpi tanpa arah?
Ataukah sebuah angan-angan yang payah?
Bilamana ini cita-cita yang berat dan susah?

Salahkah tempatku berada sekarang?
Salahkah keputusan yang kuambil masa itu?
Terlalu percayakah aku pada hal yang tabu?
Atau ini adalah sebuah keraguan yang aku sempurnakan kedoknya?

Ya Rabbi,, Rabbuna,
Engkaulah dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Menyaksikan perjuangan dan keikhlasan hamba-hamba Mu di sini. Di sebuah awal yang berat untuk diperjuangan dengan segala godaannya dari luar dan dalam. Dengan segala guncangannya dari atas dan bawah. Dengan segala kekurangannya dari segala sudut.

Jadikanlah ini sebuah kenyataan, segala angan-angan dan mimpi-mimpi kami. Ini bukan hanya sebuah do'a, ini adalah negosiasi besar antara Sang Pencipta dan Mahluk Ciptaan-Nya.

Aku ,,, Kita,, tak mau hanya mengambang di dataran datar,, biarlah kita mengambang, tapi diatas laut luas hingga mengantarkan kita pada sebuah pulau impian. Pulau yang merupakan tujuan akhir dari hidup ini,, hingga semua kalimat-kalimat diatas pun berubah menjadi,,,

Bagaikan Terbang, aku terbang jauh melewati batas impian dan mencapainya
Bagaikan Berlari, aku menembus awan tanpa ragu dan sesal
Bagaikan Menyeloteh, celotehanku menjadi arti dan inspirasi banyak jiwa-jiwa berhasrat
Bagaikan Berlomba, tak ada kata menyerah dan mengartikan kekalahan sebagai kemenangan yang tertunda dan kemenangan adalah anugrah yang barokah
Ketika ku rasa pernafasan ini maksimal, makin kusyukuri hidup untuk kesekian kalinya
Alhamdulillahirabbil'alamin

Inilah rasanya mimpi dengan arah yang benar dan barokah
Inilah angan-angan tanpa keraguan penuh kepercayaan diri
Cita-cita ini mantabbbb,, tanpa celah

Inilah tempat yang tepat aku diami
Inilah keputusan yang tepat
Tak ada hal yang tabu, semua nyata dan patut untuk diyakini sepenuh hati
Pergilah keraguan,,, aku benci padamu!!!

Thanks ya Rabb,,,