Valentine's Day Pumping Heart

Sunday, November 8, 2015

Gejolak Organisasi yang membangun

Kawan, 
Nafas ini mohon jangan kau ganggu,
Aku hanya ingin bernafas dalam udara yang aku inginkan
Dalam udara yang aku dambakan
Dalam udara yang mampu membawaku pada kebanggaan

Apabila kau tak sependapat denganku
Dan hanya menganggap ini sebagai sebuah tugas belaka 
Dan tak pernah berinisiatif dalam tentangnya
Hanya bisa mengikuti untuk memenuhi amanah,,,,
Tolong, jangan menjadi benalu yang membuat ini semua sia-sia

Sebuah crew sederhana yang akan berkembang maju dan menjadi besar. I believed it. I'm one of the experienced (hh,, sorry). Dua kali penyaringan, itulah prosesnya. Untuk mendapatkan hasil yang netral dan maksimal. Hmmm,,,, ketika itu semua dimulai, semua bergairah, semua termotivasi untuk berhasil. 
Namun, ketika satu sosok yang hanya mampu tampil pas klimaks (one hated thing), bisa dipastikan itu yang paling nyebelin. Itu semua ga akan jadi masalah kalau si miss klimaks itu tenang aja dan mencari info sendiri sebagai bagian dari tugasnya. Hey maddam, you're not boss, n we're not your assistants,, 

Yahh,, inilah salah satu gejolak dalam awal perjalanan organisasi ini. Semoga saja ini menjadi cambukan yang positif dan memberikan efek yang lebih baik sebagai evaluasi ke depan untuk crew ini.

Just that,

Saturday, November 7, 2015

Pharmacy UNIDA on Pharmacy Competition of PIOGAMA (UGM) 2015



Bismillah,

Berawal dari rasa ingin mengasah diri dan kemampuan dalam bidang yang ditekuni,, tidak, bukan itu sebenarnya. Hasrat yang membuatku terpicu dan memotivasi adalah kompetisi, apresiasi dan prestasi. Apa yang aku jalani sekarang adalah sebuah kompetisi. Kompetisi antara hati, fikiran dan masa depanku. Love what i do and do what i love.  (Sekilas tentang pribadiku,, hh)

Mahasiswi Farmasi UNIDA Gontor mencoba kiprahnya dalam sebuah perlombaan Farmasi berupa olimpiade melalui 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semi final dan diakhiri dengan babak final. Setiap Universitas berhak mengirimkan maksimal 5 group yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Kali ini, terdapat 45 group yang berasal dari 22 Universitas dan sekolaha kademik farmasi se Indonesia. UNIDA mengirimkan 3 group delegasi yang terdiri dari 9 mahasiswi. Lomba yang diadakan oleh PIOGAMA UGM ini merupaka acara tahunan yang disertai dengan seminar nasional denga 5 skp. Delegasi dari UNIDA diantara lain, Hania Novianty, Anugerah Suciati, Indriyanti Widya, Wafa Aufia,  Rohmah Madya, Asfy Nurani, Nida Faradisa, Anggun Mahiratun dan Frida Ardina.

Angkatan perdana yang berstatus semester 3 ini mencoba peruntungan nasib dan usahanya untuk meraih yang terbaik dan pengalaman berharga dalam perlombaan ini. Materi penyisihan berjumlah 200 soal pilihan ganda yang terdiri dari 24 materi dengan ratusan sub bab pembahasan dari semester 1 hingga semester 8. Kami tahu diri, kami masih dini. Namun inilah kami, mencoba untuk menjadi lebih baik.

Hasil yang menurut kami cukup memuaskan, kami berada diurutan antara beberapa group, that's enough for showing that's we're better. 

Terimakasih kepada pondok dan teman-teman serta para dosen yang telah mendukung dan mendoakan kami. 
Next year, we'll be revenge for better achievement !

Tuesday, October 13, 2015

Inginnya ku begitu

Buanyak sekali tulisan yang ingin aku publikasikan,
Tentang kuliahku (Baksos, Audiensi ISMAFARSI, Kajian Islami mingguan, dll)
Kampusku dan asramaku (keramaian Idul Adha yang lalu, Mubes DEMA Pusat, dll)
Dan beberapa video yang mendokumentasikan hidup dan keinginan


Dengan raga ini aku akan bergerak meraih harapan dan cita-citaku. Dengan hati ini kutanamkan keteguhan untuk mencapai asa yang ku bangun sedari dulu.
Saat ini aku stuck. Ilfeel, eh salah, tak pernah ada hati di jurusan ini jadi bagaimana mau hilang perasaan? hha.
Alergi dengan semua hal yang mendalam mengenai ini semua. 
To be continue,,,,

Monday, October 5, 2015

It's Caused of Satan, Lets we say Ta'awudz

Kalimat yang ibu saya sarankan untuk dibaca setelah berdiskusi beberapa waktu yang lalu. Kata beliau, saya sedang diganggu oleh syaitan. Wallahu'alam, begitulah kesimpulan dari orang yang begitu mengenal aku, luar dan dalam. Aku disini, tapi bukan disini. Aku tak mengerti, atau hanya pura-pura tak mau mengerti.?? Just enjoy it,,, (Forced to enjoy,,)

Setelah bertapa dan merenung sedalam-dalamnya, mempertimbangkan keputusan dengan mengumpulkan informasi-informasi dari berbagai sumber yang dipercaya karena berpengalaman untuk melakukan hal yang aku lakukan sekarang ini (tapi ga jadi, akhirnya aku menyerah untuk bertindak demikian. (Apa hayooo,, ada aja,, ). 




Hanya 1035 hari lagi,, 

Ya Allah, Engkau adalah pegangan terkuatku. Dasar dari segala tindakan dan fikiranku. Sekarang, aku meminta Ridho Mu atas keputusanku yang munafik ini. Ini adalah batu loncatan, cukup sementara tak usah berlama-lama. Setiap langkahku, hanya nama Mu yang kesebut,, Ku rindu pada Mu,, Aku menyukai keberuntungan dan kebaikan dari semua hikmah di kehidupanku.





Seandainya sayitan itu mengganggu kembali dan membuatku merugi atas apa yang aku usahakan sekarang,,, hmm,, Sungguh balasanku akan lebih sadis untukmu, dan luar biasa usahaku pada Nya untuk mimpi-mimpiku.



  
Itulah kalimat yang harus diperbanyak saat ini, untuk waktu mendatang yang memang harus diucapkan dari dulu dan setiap waktu. Intinya, kalimat tersebut lazim terucapkan setiap waktu kita berfikir, bertindak, berbicara, dsb. 

Ready for Action?? !!!
That Should be ME!!
Because Allah SWT always around me,, Us,,






Saturday, September 19, 2015

Penyesalan Di Awal

Tulisan yang awalnya akan menjadi tulisan perdanaku malah jadi tertunda sekian lama hingga akhirnya pada kesempatan ini baru bisa diterbitkan.

Bismillah,,,

Terimakasih banyak kepada Wali Kelas ku yang super hebat, kata-kata nya memberikan semangat yang membara, tiap tingkah prilakunya menjadi contoh yang baik bagi para muridnya, simana sikapnya menjadi acuan kita untuk berbuat dan beramal, dimana tingkat intelektualnya menjadi patokan kepemilikan ilmu  yang harus kita dapatkan. MUMPUNG KITA MASIH MUDA.

Beliaulah, Al-Ustadz Fairuz Subakir Ahmad yang telah membimbing kami selama setahun  penuh dengan ketegasan dan perhatian dalam bentuk yang tidak biasa. Namun itulah perhatian sebenarnya yang hanya bisa kita tangkap dengan sudut pandang kesadaran yang sempurna dari ahli yang mendekati sempurna.

Kata-kata yang selalu terngiang salam benak saya, aneh tapi masuk di akal. Kalimat yang apabila difikirkan lebih dalam, begitu menjadi prinsip tersirat yang paten. Saking simplenya, orang meremehkan kalimat ini. " Penyesalan di awal ". Itulah kalimat yang dilontarkan oleh beliau kepada anak-anak didiknya sebagai siswa akhir, menjadi acuan dan dasar pemikiran kami dalam memilih jalan kami ke depannya.

Pilihan saya pun sesuai dengan do'a aneh dan nyeleneh yang saya haturkan kepada Sang Illahi Rabbi. Al- Kalaamu huwa Ad-Du'a, Subhanallah. Beginilah do'a itu terkabul, akhirnya saya ditempatkan dalam apa yang saya benakkan. 

Tapi, untuk saat ini, syukur atau kufurkah saya? Berjuta keluhan, beribu kritikan bahkan ratusan makian pada diri ini atas pilihan yang saya pilih. Mantap di awal, nyesek di tengah-tengah,, di akhir? Wallahu 'alam, semoga mendapat yang terbaik. Amin.

Sudah kusangka hal ini akan terjadi. Kejenuhan, bosan, eluhan, kritikan bahkan makian akan muncul dan terus terlontarkan bertubi-tubi. (Maaf sedikit lebayy,,, hhe) Jadi,, mengapa saya memilih ini dari awal kalau tahu akan seperti ini jadinya ???

Jawabannya simple. Saya tempatkan penyesalan itu di awal. Bayangkan, atau fikirkan pengalaman-pengalaman kita terdahulu dalam mengambil keputusan dan menyesali hasilnya,, hanay meneyesal tanpa bisa mengulang kembali masa itu. Maka, menyesalah di awal sebelum penyesalan itu datang dan perbaikilah keadaan ini sebelum masa itu berlalu tanpa bisa diulang bahkan di beli.

Keluhan ini bukanlah cacian belaka
Makian ini hanya untuk diriku yang hina 
Kritikan bukan untuk menghujat
Aku berusaha menjadi golongan orang-orang yang beruntung
Dalam taat ku beramal
Dalam sabar ku menunggu
Dalam do'a berangan
Dalam usaha ku berjuang
Extra going miles,,

Sunday, August 30, 2015

Pharmacy UNIDA Gontor on PHASE 80th University of Indonesia


Assalamu’alaikum Friends!
         
Chief or Commeette, Tutors and Moderator at 1st Section
Here we go, action of university student from Pharmacy Departement UNIDA Gontor never become extinct. At the past, We have followed many national seminars about pharmacy as “Off Label Medicine Use in Indonesia” at Gajah Mada University, “Medical Actors of Facing AEC” at Airlangga University, Etc. For this first seminary of this new semester we’re going to University of Indonesia at Depok on 22nd of August 2015. That program was be participated by five university students of Pharmacy Departemen UNIDA Gontor, they are Hania Novianty, Anggun Mahiratun, Indriyanti Widya, Alifia Rimadhani and Rizha Amalia who are accompanied by a supervisor from the lecture, she is Ms. Dian.

This seminar is the last program of sequences which committeed by University student of Pharmacist Departemen of University Indonesia on the heading “ Facing AEC 2016 : Enhancing Pharmacy’s Strategies “ by five speakers from differ backround of pharmacy, those are : 1) Mrs. Evi Dwi Nofiarny Zulkarnain as Technical Integration Manager-Corporate Development, Dexa Group, 2) Mrs. Mimi Viriany Syahputri as Manager one of Pharmaceutical Industri in Singapore, 3) Mr. Syahrial as Manager Kimia Farma’s branch, 4) Dra. Yulia Trisna, Apt., M.Pharm as Lecture of UI, 5) Dr. Salma Burton CEO of WHO Indonesia.
Opening Native Dance

The program which was participated more than 300 Participant is passed of 08.00 till 17.30 which was divided be 2 sections, they are The affect, Opportunities dan Challenges of AEC in Indonesia towards Pharmacy in : 1. Pharmaceutical Industries, 2. Hospitals and, 3. Community then Aim Your Career Higher. Every differ qulified moderator in a panel of every speaker are alumnus of University of Indonesia who have great CV trustworthy. 

 

Every section is given by opportunity for asking a question from participants to speaker. No waste occasion, two of us offered three questions at three differ sections by mention our institution loudly.


This one of ways to introduce our present of Pharmacy Departement UNIDA Gontor by our being active of forum.  “ No bad question ! “ said Mrs. Mimi Viriany. Mental is the primest one.



“ The commeet is neat “ said Mrs. Evi Dwi Nofiarny. That showed from the reception by a friendly response and give guidance easyly. But less pleasant at operators, they are not being one of unity and adept which affected to slidde show and lamp balance.


The program that was sponsored by many group and industries as cv. FeMond, PT.TATA PRIMATAMA, SeputarKampus.com, MEDISINA, ISMAFARSI, Depok Goverment, and other drink and food products. “ This great program will be hold next year better and more creative “ said MC at the last their words. 
We hoped this program will be participate by Universitas of Darussalam Departement Pharmacy student next year. Neither the seminar only, but also the competition held before. No worry be Pharmacy, going to be Professional Pharmacist proudly present from Universitas of Darussalam Gontor to facing AEC 2015 readyly. Allahu Akbar!!


















Thursday, August 13, 2015

TERJEBAK DI KETERPAKSAAN BAKA yang SUCI

Bismillahirrahmanirrahim,
Adakalanya manusia kufur dari nikmat-Nya yang sebenarnya telah maksimal untuk kebutuhannya,
Adakalanya manusia menjadi sulit berfikir dengan banyaknya pilihan tabu yang menyesakan,
Dorongan kesana-kemari membuat diri ini kadang terpacu kadang jatuh
Hidup ini hanya sementara, apa susahnya hanya fokus untuk menyiapkan diri kita setelah kematian kelak

Perjuangan kuat dalam mempertahankan prestasiku bukan hal yang mudah,
Itulah satu hal konsisten yang membuat hidupku cerah gemilang
Satu keinginan tersirat tak berdasar untuk melanjutkan ke sebuah sekolah Menengah atas berbasis Agama, dengan arahan dan dukungan dari orang tua
Percobaan pertama gagal untuk mencapai tujuan sekolah yang pertama,, 
Aku adalah 1 diantara 9760 lebih siswa yang bernasib sama saat itu.
Pilihan terakhir yang tak mau ku bayangkan kegagalannya, menuju sebuah lembaga pendidikan swasta yang tak kubayangkan kedisiplinan dan kerasnya prinsip pendidikan yang di pegang,,, Gontor.

Tahun pertama, minder karena aku hanya lulusan SMP umum, tanpa dasar agama yang kuat, namun semua tertutup dengan kepercayaan diriku dalam menggapai dan menjalani apa yang aku inginkan, bukan yang mereka butuhkan
Tahun kedua tahun kegemilanganku, semuanya ada di genggaman, namun itulah puncak penyesalan terbesarku untuk menjadi satu dari sekian ribu santri disana,, tak tahu kenapa, tapi disana bukanlah gayaku,,, Semuanya bertopeng, dari santri hingga pembimbingnya, kejujuran dan ketulusan itu tak aku tangkap rupanya yang jelas, semua abstrak tak bertekstur
Ditawari untuk pindah, namun ku bilang ini semua telah terlambat.

Tahun-tahun berikutnya aku jalani apa adanya, tanpa hati hanya performance maksimal dalam mengerjakan segala amanah dan tugas.
Hambar, hambar, sangat hambar,,,
AKU,, BUTUH,,, RASA,,,,

Ini semua terulang kembali ,, kali ini
Saat ini menjadi do'aku yang tepat sasaran,, apakah aku kufur nikmat dengan menghianati Berkah-Nya???
Maafkan hamba-Mu ini yang kurang tahu diri,
Pilihan untuk berfikir ada di depan mata, tapi tanpa berfikir, aku langsung memilih.
Hasilnya,,, menyesal selama-lamanya, seumur hidup ku disini.
Hingga akhirnya, musibah itu muncul, menghambat beberapa asa ku dalam beberapa bidang, hingga menghilangkan hasrat ku untuk tetap disini.

Banyak pilihan tersedia, namun tak ada yang bisa kupilih,, kecuali satu,,, yang bukan merupakan pilihan ku,,,, namun menjadi keinginanku sebelumnya di dunia mimpi yang lalu.

Mengapa harus ada kompetensi, Tak cukupkah dengan hidup hanya untuk melakukan yang terbaik bagi Sang Pencipta? 
Ini semua membuatku capek, bingung dan mumet
Aku ingin hanya untuk Mu aku bertahan,
Hanya untuk-Mu aku berjuang
Hanya untuk-Mu aku berprestasi

Tapi itu semua tak kan tercapai tanpa melalui proses kompetensi yang memuakan itu
Please,,, 
Tak bisa kulanjutkan apa yang ingin kuungkapkan,
Hanya wajah dengan alis mengkerut dan hati resah dengan fikiran bercabang tak tau arah tujuan

Aku ingin,, Aku ingin,, Aku ingin,,
Ah,, terlalu banyak keinginan, tak tau mana yang aku butuhkan,,

Aku tahu, semua ini berbarokah, semua ini beralasan, semua ini mendasar.
Hanya akal ku yang kurang sehat ini menolak semuanya, 
Yaa Muqolibal Quluub,,, Tsabbit Quluubanaa,,,